Minggu, 22 Januari 2017

CONTOH SIMPLISIA DARI HEWAN



CONTOH SIMPLISIA DARI HEWAN

  • Lumbricus Rubellus
Hasil gambar untuk ekstrak lumbricus rubellus
Nama lain : Red earthworm, ekstrak cacing tanah
Tanaman asal : Lumbricus rubellus
Keluarga : Lumbricidae
Zat berkhasiat utama/isi : Protein sampai 76%, vitamin B12, dan vitamin E
Penggunaan : Suplemen untuk infeksi saluran cerna
Pemerian : Cacing yang hidup di tanah, berwarna merah cokelat atau merah ungu, panjang umumnya 4-10 cm
Bagian yang digunakan : Ekstrak kering seluruh bagian cacing
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan : Kapsul VERMINT (Vermindo Internasional Afiah)

  • Mel Depuratum

Hasil gambar untuk mel depuratum
Nama lain : Madu murni
Hewan asal : Apis mellifera L.
Keluarga : Apidae
Zat berkhasiat utama/isi : Gula invert, sakarosa, dekstrin, abu, air, zat atsiri aromatic, dan asam semut (sedikit)
Penggunaan : Sumber hidrat arang yang mudah dicerna, reduktor dalam sediaan ferro, dan memperbaiki rasa (corigen saporis)
Pemerian : Cairan kental seperti sirup, bening, warna kuning muda sampai cokelat kekuningan, rasa manis khas, dan bau enak khas. Jika dipanaskan di atas tangas air, bau menjadi lebih kuat, tetapi tidak berubah
Bagian yang digunakan : Madu
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


Sumber asli : Buku Farmakognosi untuk SMK Farmasi / penulis, Drs. Fery Norhendy, dkk / editor : Juli Manurung, S.Si, Apt -- Jakarta : EGC, 2013
 

CONTOH SIMPLISIA DARI MINYAK MINERAL



CONTOH SIMPLISIA DARI MINYAK MINERAL


  • Paraffinum Solidum

Hasil gambar untuk paraffinum solidum
Nama lain     : Parafin padat, parafin wax
Zat berkhasiat utama/isi : Hidrokarbon (C17H36  sampai C27H56 ), yang terdiri atas hidrokarbon siklis, hidrokarbon tak jenuh, dan derivat-derivat benzen
Penggunaan   : Bahan pengeras salep dan zat tambahan
Pemerian      : Massa padat, sering menunjukkan susunan yang hablur, warna putih, tidak berasa dan agak licin. Juka terbakar, menyala terang, sedangkan jika dilebur, menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi
Cara memperoleh :
Diperoleh dari residu minyak tanah kasar. Residu ini disuling lagi untuk memperoleh minyak parafin sebagai distilat yang kemudian diolah dengan asam sulfat dan selanjutnya dengan natrium hidroksida. Selama pengolahan, massa dibuat tetap cair secara dipanaskan dengan uap air. Setelah terpisah dari bagian airnya, minyak parafin dibekukan menjadi zat setengah padat kemudian diperas.
Bagian minyak yang cair dipakai sebagai minyak pelumas. Bagian yang padat dicairkan, dibekukan, dan diperas lagi pada suhu yang tidak lebih tinggi dari tadi; hasil proses ini dikenal sebagai refined wax.
Zat ini dicuci, diperas, dicairkan, dialirkan lewat arang tulang (atau bahan-bahan lain sejenis), dan dibekukan sehingga terbentuk massa yang keras, tembus cahaya, dan tidak berwarna.
Penyimpanan          : Dalam wadah tertutup baik



  • Vasselinum Flavum
Hasil gambar untuk vaselin flavum
Nama lain     : Vaselin kuning, yellow petroleum
Zat berkhasiat utama/isi : Hidrokarbon yang memiliki berat molekul tinggi, terutama parafin, hidrokarbon siklis, dan hidrokarbon tak jenuh
Penggunaan   : Bahan dasar salep
Pemerian      : Massa lunak, lengket, bening, tidak berbau, hampir tidak berasa, dan berwarna kuning muda sampai kuning. Sifat ini tetap setelah zat dilebur dan dibiarkan dingin tanpa diaduk. Massa berfluoresensi lemah dan juga jika dicairkan
Cara memperoleh : Diperoleh dari minyak mineral
Penyimpanan          : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan         : Aethylis Aminobenzoatis Unguentum (FN), Olei Iecoris Unguentum (FN), Peruviani Unguentum (FN), dan Zinci Pasta (FN) 

Sumber asli : Buku Farmakognosi untuk SMK Farmasi / penulis, Drs. Fery Norhendy, dkk / editor : Juli Manurung, S.Si, Apt -- Jakarta : EGC, 2013